Halaman ini menampung dongeng rakyat salah satunya dongeng rakyat "Si Pitung" menceritakan ihwal Tuan Tanah yang kejam senantiasa merampas harta rakyat, dan ada seorang jagoan "Si Pitung" melawan kedholiman tersebut,sampai kini dongeng ini melegenda. Si Pitung Pahlawan rakyat jelata.
Si Pitung
Suatu hari Si Pitung menyaksikan kelakuan anak buah Liem yang sewenang-wenang. Babah Liem merupakan tuan tanah didaerah tempat tinggal Si Pitung. Dia dan anak buahnya sering merampas harta rakyat dan menawan pajak tinggi. Sebagai hasil rampasan itu diberikan terhadap pemerintah Belanda.
Si Pitung bertekat untuk melawan anak buah Babah Liem. Kemudia,dia mencar ilmu terhadap Haji Naipin,seorang ulama yang juga cerdas ilmu bila diri. Si Pitung cepat menguwasai semua ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin. "Pitung,Gunakan ilmu yang kuberikan untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kamu gunakan ilmumu ini untuk menindas orang lain."Pesan Haji Naipin.
Sekarang Si Pitung sudah siap melawan anak buah Baba Liem. Dia menghentikan ulah anak buah Babah Liiem yang sedang merampas harta rakyat jelata. "Heh,Anak Muda ! Siapa Kau? Beraninya menghentikan kami!" tanya salah satu anak buah Babah Liem. "Kalian tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas,aku akan menghentikan ulah kalian selamanya,"Jawa Si Pitung.
Anak buah Babah Liem menyerang Si Pitung. Namun Si Pitung dapat mengalahkan mereka semua. Sejak di saat itu, Nama Si Pitung tenar di golongan penduduk. Si Pitung menentukan untuk mengabdikan hidupnya pada rakyat jelata. Dia bertikat untuk mengambil kembali hak yang sudah di curi oleh tuan tanah dan mengembalikannya terhadap rakyat. ia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dengannya.
Kelakuan Si Pitung tidak digemari oleh tuan tanah dan juga pemerintah belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung . Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia senantiasa berpindah-pindah sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. alasannya merupakan kesal, pemerintah belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap pak Piun ,ayah Si Pitung dan Haji Naipin .
Salah satu pejabat pemerintah belanda yang berjulukan Schout Heyne menggunakan bahwa jikalau Si Pitung tak menyerah,Pak Piun dan Haji Naipin akan di hukum. Si Pitung mendengar gunjingan ihwal penang kapan Ayahnya dan gurunya itu. Kemudia ,dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tidak ingin ayahnya dan gurunya menderita.
"Pitung, kamu sudah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu,kau mesti dieksekusi tembak ," kata Schout Heyne . " kamu tidak keliru ? Bukanya kamu dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak ? Aku tidak takut dengan ancamanmu!" Jawab Si Pitung. Schout Heyne betul-betul mengerjakan ancamannya . Si Pitung di Hukum tembak. Hidup Si Pitung rampung di ujung peluru.Namun,Kisah kepelawanannya tetap di kenang . Si Pirung ,Si Pahlawan rakyat jelata.
Dikutib dari buku k 13 tema 8 kls 4
Sumber https://kumpulan-soalku.blogspot.com/